kenapa harus merenungi

Jika masa silam membuat anda tak menentu di masa kini, kenapa harus merenungi masa lampau. Waktu berjalan dengan kecepatan tepat disetiap sudut ruang, sebagai penguasa tanpa batas

BBM Naik Dan langka ??

BBM langka, pedagang bensin eceran banyak tutup, nafkah mereka lenyap, harga2 naik. Potret kemelaratan rakyat kecil.

bapaknya revolusi

Kemiskinan adalah bapaknya revolusi, dimana ada diskriminasi disitu ada perlawanan.. #gurau

tomcat musuh hama wereng

Walaupun tomcat musuh hama wereng selama manusia jadi korbannya. Tak ada ampun sebaiknya berantas saja..

inspirasi nyepi

Hidup bukan semata- mata hanya mengulang apa yg sdh kita pelajari, tapi kita hrs belajar menemukan hal yg baru. #inspirasi nyepi

Selamat Datang

Dinamika News " Dinamis dan Beretika" Terbit Mingguan

Peluang terbuka untuk anda yang ingin berkarir dibidang jurnalis/wartawan/ti. Pria dan wanita usia maksimal 25 tahun, berkemauan keras. kirim CV via email: dinamika.redaktur@yahoo.com
The opportunities open to those of you who want a career in the field of journalist/reporter/ti. Men and women aged up to 25 years, strong-willed. send CV via email: dinamika.redaktur@yahoo.com

BB pin : 27D0985D

Showing posts with label POLITICS. Show all posts
Showing posts with label POLITICS. Show all posts

Friday, March 30, 2012

Merindukan Daripada Soeharto

Tontonan voting naik atau tidaknya BBM April 2012 di Sidang DPR RI layaknya nonton badut bertopeng Tomcat. Kedok beberapa partai koalisi dengan statement-nya menjelang april tak ubah bagai wabah binatang Tomcat. Katanya untuk membasmi hama wereng nyatanya menebar penyakit di masyarakat. Sebuah akal-akalan dari rezim penguasa dengan koalisinya yang katanya reformis tapi menginjak-injak UUD 45 pasal 33.
Tak salah orang merinduken daripada figur Soeharto, begitu kata hasil survey tahun lalu. “Sepenggal rindu dalam nostalgia yang berbalut cinta dan benci” ketika kita melakoni 13 tahun mengarungi era reformasi. Nah, rindu Soeharto dapat dipandang sebagai alamiah manusia yang suka membandingkan sesuatu. Jaman Soeharto semua akal-akalan diatur dengan cantik, kini semua diatur dengan sandiwara busuk yang dipertontonkan pada rakyat, lebih busuk.
Ah, jadi ingat jaman itu, orang miskin pintar bisa jadi profesor, petani makmur, mereka tak bingung menanam dan menjual hasil tanam. Trasmigrasi, koperasi, program KB jalan, teknologi berkembang, kaum profesional dihargai, profesor banyak jadi guru besar di negeri orang,. Begitu antara lain isi hati orang yang merinduken daripada Soeharto.
Terbayang tentang kegemaran Pak Harto dengan tiwul. “Mending makan tiwul, daripada susah cari makan akhirnya jadi gembel. Sekarang yang makan keju itu kan orang-orang yang "mengatasnamakan" rakyat, padahal sebenarnya "memakan rakyat".
Tapi, merujuk filsafat waktu, “Jika masa silam berakibat tidak menentu pada masa kini, maka tidaklah perlu merenungi masa lampau”. Waktu akan terus berjalan dengan kecepatan yang tepat di setiap sudut ruang. Waktu adalah penguasa tanpa batas dan bersifat revolusioner. Dari tontontan sidang Voting BBM, rakyat pasti bisa memilah dan memilih.
Nah, rindu Soeharto dapat dipandang sebagai lokomotif waktu yang berjalan diatas rel politik dengan tetap membawa serba kemungkinan. Mungkin bisa lebih baik atau justru makin fatal. Jika berkaca dari kejadian carut marut di era reformasi ini, maka memang benar politik ini tak lebih dari sebuah harapan tapi sarat dengan kemungkinan-kemungkinan.

Tuesday, March 27, 2012

Dahlan Iskan Presiden RI

Masyarakat kita sangat mudah trenyuh, kasihan, dengan seorang tokoh yang tertindas, suka terkagum dengan orang yang memukau apalagi sosok yang berani, Pengalaman menunjukkan dan membuktikan, Mantan Presiden Megawati teraniaya oleh Orde Baru, Presiden SBY seolah-olah ternistakan oleh Taufik Kiemas. Akhirnya, keduanya jadi pemenang. Nah, bagaimana Dahlan Iskan? Figur Dahlan bulan ini sangat menarik perhatian dan menjadi bintang terang benderang di kegelapan.

Sama dengan popularitas Jokowi yang lebih dulu melambung tatkala dia dengan gagah berani mempromosikan Esemka. Kemudian Esemka tak lulus ujian emisi, Esemka dianggap terlalu gemuk dengan berat sebesar 1.700 Kg. Situasi ini membuat Jokowi seolah-olah tertindas. Akhirnya simpati terhadap Jokowi pun melambung. Di Twiter, Face Book namanya populer dibicarakan.

Dahlan Iskan, dengan latar belakang wartawan, Dahlan biasa bekerja di lapangan. Saat menjadi Dirut PLN, dia dengan gagah berani turun langsung ke tempat terpencil, ke pelosok desa untuk memastikan pelaksanaan proyek PLN. Gaya nyentriknya saat dilantik menjadi menteri juga tak berubah. Tindakan yang ‘tidak lazim’ bagi banyak orang, namun ‘biasa saja’ bagi sang Menteri memakai sepatu cat ke istana,.

Banyak adegan behavior /action dipertunjukan oleh Dahlan, yaitu pernah naik ojek ke Bandara. Yang terakhir tatkala mobil Dahlan ikut tersendat di pintu tol. ada 30-an mobil mandeg, menunggu giliran, lalu dengan sigap Dahlan turun dari mobilnya, menuju pintu tol. Dia memeriksa loket dan menyingkirkan papan penghalang yang ada. Dan tanpa gengsi mengatur lalu lintas dengan meloloskan 100-an mobil tanpa membayar tol.

Jokowi sekarang lagi menunggang Esemka dari Solo ke Jakarta untuk meraih DKI 1, hitungan waktunya 3 bulan lagi yaitu Pilgub DKI dilakukan bulan Juli. sepertinya perjalanan Jokowi akan mulus. Sayangnya, Dahlan Iskan, memerlukan perjalanan masih panjang, 2 tahunan di jalan tol untuk menuju Capres di Tahun 2014.

Kalau saja Pilpres dilakukan bulan ini dan Dahlan ikut bersaing, maka Dahlan Iskan adalah Presiden Republik Indonesia. Presiden bulan ini...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites