Selamat Datang

Dinamika News " Dinamis dan Beretika" Terbit Mingguan

Peluang terbuka untuk anda yang ingin berkarir dibidang jurnalis/wartawan/ti. Pria dan wanita usia maksimal 25 tahun, berkemauan keras. kirim CV via email: dinamika.redaktur@yahoo.com
The opportunities open to those of you who want a career in the field of journalist/reporter/ti. Men and women aged up to 25 years, strong-willed. send CV via email: dinamika.redaktur@yahoo.com

BB pin : 27D0985D

Sunday, April 1, 2012

BBM dan PNS Kampret


Kemarin siang saya bertemu sahabat yang kebetulan bekerja di instansi Pemerintahan Daerah (Pemda) di Kota tempat saya tinggal. Setelah nyeloteh kesana kemari, tibalah kami ke pembicaraan yang kini lagi seru, yaitu rencana kenaikan harga bahan bakar minyak/BBM. Saya, yang hanya pegawai swasta “kere” pada sebuah perusahaan gurem tentu saja ada dalam barisan kubu yang ingin dan berdoa BBM tidak naik.
Nah kenalan saya yang seorang PNS tersebut amat mendukung rencana untuk menaikkan harga BBM oleh pemerintah. Jadi sangat tak heran bila alasannya pasaran, mirip seperti gembar-gembor pemerintah, Subsidi katanya salah sasaran dan orang kaya lebih banyak untungnya.
Ngeyelnya, kenalan saya ini punya alasan klasik, harga BBM  katanya perlu agar bisa  meningkatkan kesejahteraan PNS.
Dalam pikiran saya, bukankah gaji dan tunjangan PNS sudah naik terus? Emang berapa sih seluruh pendapatan PNS kita saat ini per bulan? Temen saya ini berargmentasi, kalau gajinya saat ini masih kecil, berkisar 2,4 Juta, lalu kalau ditambah tunjangan ini-itu dan honor-honor paling-paling sebulan ‘cuma’ 3-an juta katanya.
Bener-bener kaget saya dengar pengakuannya,  paling-paling? Pikir saya itu sudah hampir 3 kali lipat UMK rata-rata di daerah yang berkisar 1 juta. Berapa sih gaji seorang pegawai swasta gurem seperti saya yang kerjanya selalu berada dibawah tekanan perusahaan?  Tak lebih dari 1,5 juta, itupun sudah termasuk tunjangan dan kalau keluarga sakit tak mendapat tanggungan. Ssaudara saya saja yang lebih beruntung dan kedudukannya termasuk level menengah pada sebuah perusahaan, gajinya cuma 2,7 juta per bulan sudah termasuk tunjangan.
Teman saya inipun bersikeras lagi tapi dengan raut wajah sok miskinnya memelas dan mengatakan bahwa masyarakat nuntut mereka sebagai abdi Negara untuk kerja lebih giat dan tak suka mbolos. Jadi menurut mereka wajar kalau masyarakat ingin mereka selalu ada di kantor, gaji mereka harus dinaikkan.
Wah, wah, wah….Susah juga kalau mereka punya pikiran sesat semacam itu, penghasilan sudah 3 jutaan jutaan masih juga mereka berhak kerja semaunya, artinya bila ingin mereka kerja yg bagus maka gajinya harus lebih tinggi lagi.
Saya pun pura-pura jadi orang bodoh saja, “Jadi berapa sih sebenarnya minimal kalian harus dibayar dengan uang rakyat agar setiap hari standby di kantor? Dengan santai dia menjawab, “Yah, minimal pada tahun depan gaji pokok kami 4 jutaan lalu ditambah macam-macam honor proyek dan lain-lain sebagainya, paling nggak 8 juta-an perbulan, ditanggung kami akan giat bekerja Mas”.
Lalu sembari menutupi kedongkolan lalu saya pun bertanya, “Emang pemerintah punya duit untuk mbayar kalian yang begitu banyak jumlahnya di negeri ini segitu??? Anehnya dengan wajah culunnya kembali dia menjawab, ” Jelas bisa, asal BBM jadi naik, subsidinya kan bisa dialihkan ke kita-kita mas.”  Oohh kamprettt!! Dasar kamu PNS Culun…

2 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites